Seputar Dunia Anak

27 Jan 2010

Banyak orang (dewasa) menganggap bahwa dunia anak-anak adalah dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia kita (orang dewasa). Anggapan ini tentu saja tak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Sebagai sebuah ekosistem (jiaaah sok…) dunia anak dan dunia orang dewasa adalah dua buah sub ekosistem yang saling terkait dan kemudian menyatu sebagai dunia kehidupan disekitar kita.

Kata kunci untuk menggambarkan dunia anak antara lain adalah : dinamis, gembira, penuh warna dan variasi, sangat toleran, sangat haus akan rasa ingin tahu, maju tak gentar, dan mungkin masih banyak lagi. Dinamis, dunia anak tak pernah berhenti untuk bergerak. Mereka selalu menyukai hal-hal yang menantang dan penuh dengan olah gerak tubuh, mulai dari menari, melompat, merangkak, berlari, berolahraga dan bahkan gerakan-gerakan yang kadang kita (orang dewasa) tak bisa memahami gerakan apa gerangan?? Jika anak anda mulai meninggalkan dunia dinamis ini anda harus mulai menyelidiki apa penyebabnya. Mungkin anak anda sakit, kelelahan, kurang energi, mengantuk dan sebagaimnya.

Gembira, sepanjang hari jika kita memasuki dunia anak selalu terasa riang dan gembira. Penuh dengan candaan dan tawa riang. Berbagai hal kecil dan sepele dapat menjadi sebuah adegan lawak yang menyegarkan. Tangis dan kesedihan hanyalah sebuah selingan dalam dunia anak. Bahkan hanya dalam hitungan detik, dalam dunia anak sebuah kesedihan dengan sekejap berubah menjadi kebahagiaan dan riang gembira. Sungguh sebuah dunia yang sangat menakjubkan. Waspadalah jika anak anda murung dalam waktu yang “relatif” lama. Mungkin si kecil memerlukan bantuan kita atau dukungan kita untuk menyelesaikan masalah yang tak dapat terpecahkan sendiri.

Penuh Warna dan Variasi,dunia anak adalah dunia yang penuh dengan kejutan “sureprise”, tak pernah puas dengan satu keadaan, cepat bosan dan ingin berganti dengan sesuatu yang baru. Coba anda perhatikan anak anda tak akan pernah “setia” dengan mainannya. Begitu ia melihat mainan baru milik teman, ia akan segera melupakan mainan “lama”. Dengan mainan baru mereka terpenuhi rasa ingin tahunya, tertantang untuk dapat sesuatu yang “baru” dan “lebih” dari mainan sebelumnya. Mereka selalu mengekplorasi, memanipulasi dan dalam waktu singkat beradaptasi.

Sangat toleran, dunia anak adalah dunia yang sangat “ideal”. Mari kita perhatikan sekelompok anak yang sedang bermain-main. Jika salah satu anak berbuat kesalahan, yang lain dengan tulus mengingatkan, anak yang berbuat salah dengan spontan akan mempertahankan diri (sangat manusiawi), setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya mereka dengan sangat mudah saling memaafkan dan kembali bermain bersama tanpa ada rasa dendam dan sakit hati. Beberapa anak mungkin mempunyai ego pribadi yang dominan sehingga beberapa saat akan “dikucilkan” oleh teman-temannya. Disaat itu kita (orang dewasa) perlu memberikan pengertian akan pentingnya rasa toleransi. Sangat manakjubkan…

To be continue….

Baca juga :

1. Mengenali anak (remaja) yang mengalami depresi


TAGS


-

Author

Follow Me